Irfan Desak Presiden Prabowo Tindak Kasus Suap DPD RI Dukung Anak Muda Berantas Korupsi

Sabtu, 14 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Irfan Desak Presiden Prabowo Tindak Kasus Suap DPD RI Dukung Anak Muda Berantas Korupsi

Irfan Desak Presiden Prabowo Tindak Kasus Suap DPD RI Dukung Anak Muda Berantas Korupsi

Papuaaktual.com – Jakarta, 3 Juni 2025 – Muhammad Fithrat Irfan hari ini mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) didampingi oleh kuasa hukumnya, Aziz Yanuar. Kehadiran mereka menindaklanjuti surat balasan dari Dewan Pengawas KPK terkait laporan kasus dugaan suap dalam pemilihan pimpinan DPD RI dan Wakil Ketua MPR dari unsur DPD RI, yang diduga melibatkan 95 senator.

Aziz Yanuar menjelaskan bahwa surat balasan dari Dewas KPK meminta Irfan untuk berkoordinasi langsung dengan Deputi Bidang Informasi dan Data guna mengetahui perkembangan laporan tersebut.

“Namun, setelah kami menunggu selama lebih dari tiga jam, kami malah diarahkan kembali ke bagian Pengaduan Masyarakat (Dumas). Ini menunjukkan betapa rumit dan berbelitnya birokrasi di lembaga ini,” ujar Aziz.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aziz menyebutkan bahwa saat ini proses laporan sudah naik ke pimpinan KPK, dan bola kini ada di tangan pimpinan untuk menindaklanjuti. Ia menilai bahwa pengalaman hari ini menunjukkan ketidaksesuaian antara slogan KPK tentang keseriusan penegakan hukum dengan realita di lapangan.

“Jika masyarakat diminta ikut berkontribusi, tapi saat melapor justru dipingpong dan tidak ada kejelasan, maka ini hanya menjadi slogan kosong,” tegasnya.

Tuntut Komitmen Presiden Prabowo

Irfan, yang mulai melaporkan kasus ini sejak 6 Desember 2024, menyinggung pidato Presiden Prabowo Subianto saat peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni lalu, di mana Presiden menyatakan dukungan penuh terhadap peran anak muda dalam pemberantasan korupsi.

“Pak Prabowo bilang tidak melihat partai, keluarga, atau suku. Hari ini saya menagih komitmen itu. Saya datang sebagai anak muda yang berjuang atas nama rakyat,” ucap Irfan lantang sambil menunjukkan foto Presiden Prabowo Subianto di depan Gedung KPK.

Ia juga menyampaikan adanya saksi baru yang siap memberikan keterangan, termasuk staf ahli dari daerah yang menyaksikan langsung proses dugaan suap tersebut.

Menurut Irfan, pembagian uang dalam dugaan suap ini mencapai angka mencengangkan. Disebutkan bahwa terdapat aliran dana sebesar USD 8.000 dan SGD 10.000 kepada masing-masing dari 95 senator. Selain itu, terdapat dana SGD 100.000 (sekitar Rp1 miliar) yang diberikan kepada kandidat dengan suara kuat di putaran pertama sebagai bentuk “barter suara” untuk memenangkan pasangan tertentu di putaran kedua.

“Ini adalah operasi politik uang besar-besaran. Ada koper berisi ribuan dolar Singapura untuk memenangkan anak seorang menteri yang saat ini masih menjabat,” ungkap Irfan.

Ultimatum ke KPK dan Pemerintah

Irfan menegaskan bahwa bila KPK tidak menunjukkan netralitas dan tidak segera memproses laporan ini, ia akan membongkar seluruh bukti ke publik, termasuk rekaman terkait keterlibatan anak menteri dalam dugaan praktik politik uang.

“Pak Presiden harus mulai dari rumah sendiri. Kalau tidak ada tindakan, saya akan buka semuanya. Saya tidak takut dengan ancaman. Saya berjuang demi rakyat,” tegasnya.

Menurut Irfan, korupsi dalam lingkaran pejabat telah menyebabkan kerugian besar bagi rakyat, termasuk meningkatnya angka PHK dan sulitnya generasi muda mendapatkan pekerjaan.

“Saya tidak membawa kepentingan politik. Ini murni panggilan nurani sebagai anak bangsa,” tutup Irfan.(Dion)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Akibat Shopeefood Tersangka Meroket Jadi Lima, Dua Pelajar Ditangkap Usai Perusakan Mobil Polisi
LBH Papua Kritik Keras Pernyataan Walikota Jayapura Yang Anti Demokrasi Dan Distriminatif Terhadap Orang Gunung Di Jayapura
TNI Dan TPNPB Baku Tembak di Kampung Aruli Desa Aleng Kabupaten Yahukimo
PPWI Siap Ikuti Sidang Gugatan Prapid Lawan Kapolri, Ketum PPWI Minta Kapolri Hadir di Persidangan
Skandal Kehutanan Jambi: Negara Rugi Puluhan Miliar, Kejati Diduga “Lembek
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 Juli 2025 - 05:44

Akibat Shopeefood Tersangka Meroket Jadi Lima, Dua Pelajar Ditangkap Usai Perusakan Mobil Polisi

Selasa, 17 Juni 2025 - 14:21

LBH Papua Kritik Keras Pernyataan Walikota Jayapura Yang Anti Demokrasi Dan Distriminatif Terhadap Orang Gunung Di Jayapura

Senin, 16 Juni 2025 - 14:19

TNI Dan TPNPB Baku Tembak di Kampung Aruli Desa Aleng Kabupaten Yahukimo

Minggu, 15 Juni 2025 - 13:27

PPWI Siap Ikuti Sidang Gugatan Prapid Lawan Kapolri, Ketum PPWI Minta Kapolri Hadir di Persidangan

Sabtu, 14 Juni 2025 - 13:53

Skandal Kehutanan Jambi: Negara Rugi Puluhan Miliar, Kejati Diduga “Lembek

Berita Terbaru

Hikmah

Tuhan Mengajarkan Keadilan dan Pengampunan

Sabtu, 12 Jul 2025 - 10:08