Persaingan di Pasar Pinang Jayawijaya: Antara Harapan OAP dan Dominasi Non-OAP

Sabtu, 14 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Papuaaktual.com –Tulisan ini muncul dari peristiwa keributan atau kekacauan di wamena yang terjadi antara pedagang Pinang Mama Papua dan Pedagang Non OAP.

 

Pasar-pasar di Kabupaten Jayawijaya, jantung Pegunungan Tengah Papua, menjadi arena interaksi ekonomi yang dinamis. Salah satu komoditas yang ramai diperjualbelikan adalah buah pinang, bagian tak terpisahkan dari tradisi dan kehidupan masyarakat Papua. Namun, di balik ramainya transaksi, terselip isu persaingan yang cukup pelik, terutama antara pedagang Orang Asli Papua (OAP) dan pedagang non-OAP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Seharusnya, pinang sebagai sumber daya alam lokal dan memiliki nilai budaya yang kuat bagi masyarakat Papua, idealnya dikelola dan diperdagangkan secara dominan oleh OAP. Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang pemberdayaan masyarakat adat dan pelestarian kearifan lokal. Sayangnya, realita di lapangan menunjukkan realita yang berbeda.

 

Banyak pedagang non-OAP, yang notabene memiliki akses modal dan jaringan yang lebih luas, turut meramaikan perdagangan pinang. Tak jarang, mereka bahkan mendominasi lapak-lapak strategis di pasar, menawarkan harga yang mungkin lebih kompetitif karena skala usaha mereka yang lebih besar. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pedagang OAP. Mereka merasa terpinggirkan dan sulit bersaing, padahal berjualan pinang seringkali menjadi mata pencaharian utama mereka.

 

Situasi ini diperparah dengan kenyataan bahwa banyak pedagang non-OAP memiliki usaha lain yang lebih mapan, seperti kios sembako atau jenis usaha lainnya. Berjualan pinang bagi mereka mungkin hanya menjadi tambahan penghasilan, sementara bagi sebagian besar OAP, ini adalah sumber nafkah utama keluarga. Ketidakseimbangan ini menciptakan persaingan yang tidak setara.

 

Harapan agar pinang dapat menjadi komoditas yang mengangkat perekonomian masyarakat Papua sendiri masih jauh dari kenyataan jika pola persaingan yang tidak seimbang ini terus berlanjut. Perlu adanya kebijakan dan keberpihakan yang lebih tegas dari pemerintah daerah untuk melindungi dan memberdayakan pedagang OAP, khususnya dalam pengelolaan dan perdagangan komoditas lokal seperti pinang. Langkah-langkah seperti penataan pasar yang adil, pelatihan kewirausahaan bagi OAP, serta pembatasan atau pengaturan yang proporsional bagi pedagang non-OAP dalam komoditas tertentu, dapat menjadi solusi untuk mewujudkan keadilan ekonomi di pasar Jayawijaya. Dengan demikian, pinang tidak hanya menjadi sekadar komoditas dagang, tetapi juga simbol kemandirian ekonomi masyarakat Papua.

 

(Rendy Y)

_Pemuda Jayawijaya_

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Rakyat Papua Pegunungan Geruduk Kantor DPR Jayawijaya, Desak Pemerintah Tarik Militer Non-organik 
Bupati Jayawijaya Salurkan Bansos Rp20,2 M Untuk 40 Distrik dan 328 Kampung
Akibat Shopeefood Tersangka Meroket Jadi Lima, Dua Pelajar Ditangkap Usai Perusakan Mobil Polisi
Pemilik Hak Ulayat Palang Kantor BPN Jayawijaya, Tuntut Sertifikat Tanah Adat
Masyarakat Wadangku Tolak Penunjukan SK PLT Kepala Distrik Baru, Kantor Distrik Wadangku Dipalang
Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Pegunungan Meminta Agar Penerimaan CPNS formasi 2024 di Provinsi Papua Pegunungan harus 100 persen Orang Asli Papua (OAP)
Sejumlah Brimob Terindikasi Jadi Backing Perusahaan Sawmill Merampok Kayu Olahan Masyarakat Adat di Kabupaten Sorong
Alumni Sulawesi Utara Gelar Reuni Seminar dan Lokakarya di Hotel Pilamo Wamena Provinsi Papua Pegunungan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 September 2025 - 08:24

Rakyat Papua Pegunungan Geruduk Kantor DPR Jayawijaya, Desak Pemerintah Tarik Militer Non-organik 

Sabtu, 12 Juli 2025 - 13:29

Bupati Jayawijaya Salurkan Bansos Rp20,2 M Untuk 40 Distrik dan 328 Kampung

Rabu, 9 Juli 2025 - 05:44

Akibat Shopeefood Tersangka Meroket Jadi Lima, Dua Pelajar Ditangkap Usai Perusakan Mobil Polisi

Minggu, 6 Juli 2025 - 11:41

Masyarakat Wadangku Tolak Penunjukan SK PLT Kepala Distrik Baru, Kantor Distrik Wadangku Dipalang

Selasa, 1 Juli 2025 - 06:13

Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Pegunungan Meminta Agar Penerimaan CPNS formasi 2024 di Provinsi Papua Pegunungan harus 100 persen Orang Asli Papua (OAP)

Berita Terbaru

Hikmah

Tuhan Mengajarkan Keadilan dan Pengampunan

Sabtu, 12 Jul 2025 - 10:08