Pengurus Pusat KAPP Membantah Penunjukan Badan Pengurus Daerah di Papua Pegunungan

Sabtu, 21 Juni 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Papuaaktual.com, Wamena – Pengurus Pusat Kongres Aliansi Pemuda Papua (KAPP) membantah penunjukan Badan Pengurus Daerah KAPP di Papua Pegunungan yang dianggap melenceng dari Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Menurut Tepinus Waroman, mantan Sekretaris Umum KAPP Pusat, penunjukan tersebut tidak sesuai dengan mekanisme organisasi dan lebih bersifat politis. “KAPP adalah honai buat orang asli Papua, siapa saja bisa jadi ketua, tetapi KAPP mempunyai mekanisme atau AD/ART, tidak harus main tunjuk karena kepentingan politik,” ujarnya.

Tepinus Waroman yang telah menjabat sebagai pengurus KAPP selama 10 tahun, menyatakan bahwa penunjukan Badan Pengurus Daerah di Papua Pegunungan tanpa melalui proses yang benar merupakan “kelakuan busuk” yang melibatkan politik dalam organisasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau Konferda, kapan PLT? Siapa PLT-nya? Apa pengurus pusat siapa yang jadi PLT di Papua Pegunungan? Ini semua melenceng dari sebuah undang-undang organisasi,” tegasnya.

Tepinus Waroman meminta Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk tidak menerima pengurus yang ditunjuk dengan dalih kepentingan politik. Ia juga menyebutkan bahwa ada tiga orang yang layak menjadi Ketua atau PLT KAPP di Papua Pegunungan, yaitu dirinya sendiri, Meki Wetipo, dan Agus Kosay.

“Dengan demikian, maka saya selaku pengurus pusat, saya mohon kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk tidak boleh terima pengurus yang tunjuk di jalanan dengan dalih kepentingan politik ini,” pungkasnya.

Tepinus Waroman juga menyampaikan beberapa poin penting terkait proses organisatoris internal KAPP di Papua Pegunungan, antara lain:

– Tidak ada konfirmasi untuk konsolidasi kepada anggota KAPP di Papua Pegunungan.

– AD/ART KAP Papua dan semua organisasi pasti menyatakan bahwa yang jadi ketua adalah minimal pernah menjadi anggota dan menduduki posisi tertentu sebagai unsur pimpinan dalam organisasi.

– KAPP Pusat sudah ada dua versi, jangan bikin banyak versi di Papua Pegunungan.

– Demi keselamatan organisasi, DK dan Ketua Umum meninjau kembali proses organisatoris internal KAPP di Papua Pegunungan.

– Meminta Biro Hukum, Kesbangpol, dan Bapak Gubernur untuk tidak mengakomodir individu atau orang-orang yang mengatasnamakan KAP Papua Pegunungan.

Dengan demikian, Tepinus Waroman berharap agar proses organisatoris internal KAPP di Papua Pegunungan dapat dilakukan dengan benar dan sesuai dengan AD/ART organisasi.(Red/D.H)*

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Rakyat Papua Pegunungan Geruduk Kantor DPR Jayawijaya, Desak Pemerintah Tarik Militer Non-organik 
Bupati Jayawijaya Salurkan Bansos Rp20,2 M Untuk 40 Distrik dan 328 Kampung
Akibat Shopeefood Tersangka Meroket Jadi Lima, Dua Pelajar Ditangkap Usai Perusakan Mobil Polisi
Pemilik Hak Ulayat Palang Kantor BPN Jayawijaya, Tuntut Sertifikat Tanah Adat
Masyarakat Wadangku Tolak Penunjukan SK PLT Kepala Distrik Baru, Kantor Distrik Wadangku Dipalang
Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Pegunungan Meminta Agar Penerimaan CPNS formasi 2024 di Provinsi Papua Pegunungan harus 100 persen Orang Asli Papua (OAP)
Sejumlah Brimob Terindikasi Jadi Backing Perusahaan Sawmill Merampok Kayu Olahan Masyarakat Adat di Kabupaten Sorong
Alumni Sulawesi Utara Gelar Reuni Seminar dan Lokakarya di Hotel Pilamo Wamena Provinsi Papua Pegunungan
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 September 2025 - 08:24

Rakyat Papua Pegunungan Geruduk Kantor DPR Jayawijaya, Desak Pemerintah Tarik Militer Non-organik 

Sabtu, 12 Juli 2025 - 13:29

Bupati Jayawijaya Salurkan Bansos Rp20,2 M Untuk 40 Distrik dan 328 Kampung

Rabu, 9 Juli 2025 - 05:44

Akibat Shopeefood Tersangka Meroket Jadi Lima, Dua Pelajar Ditangkap Usai Perusakan Mobil Polisi

Minggu, 6 Juli 2025 - 11:41

Masyarakat Wadangku Tolak Penunjukan SK PLT Kepala Distrik Baru, Kantor Distrik Wadangku Dipalang

Selasa, 1 Juli 2025 - 06:13

Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Pegunungan Meminta Agar Penerimaan CPNS formasi 2024 di Provinsi Papua Pegunungan harus 100 persen Orang Asli Papua (OAP)

Berita Terbaru

Hikmah

Tuhan Mengajarkan Keadilan dan Pengampunan

Sabtu, 12 Jul 2025 - 10:08

Exit mobile version